Mangga Alpukat ~ CANGKULAN.COM
SELAMAT DATANG DI CANGKULAN.COM === TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN TERKINI ==> TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN SEMOGA BERMANFAAT
CANGKULAN.COM === TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN TERKINI

Monday, November 12, 2018

Mangga Alpukat

Mangga Alpukat merupakan hasil dari penelitian Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, tepatnya yaitu di Balai Penelitian di daerah Cukurgondang, Grati, Kabupaten Pasuruan. 

Mangga Alpukat ini merupakan varietas baru dari Mangga Gadung dan pada awalnya diberi nama Klonal 21 karena merupakan hasil kloning dari Mangga Gadung yang ke-21. Selanjutnya karena karakteristik buahnya mirip seperti alpukat dan supaya lebih mudah di sebutkan pemerintah setempat menamainya dengan "Mangga Alpukat".


Buah mangga ini memang memiliki keunikan tersendiri seperti halnya alpukat, walaupun rasanya tidak seperti alpukat namun jika kita membelah dua mangga ini bagian dalamnya akan seperti halnya buah alpukat. Bagian atas dan bawahnya akan terpisah, bagian atasnya berisi daging buah saja dan bagian bawahnya masih terdapat biji atau peloknya.

Dilihat dari bentuk, ukuran dan warna buahya Mangga Alpukat ini memang tidak terlihat berbeda dengan Mangga Gadung lainnya. Pohon Mangga Alpukat ini tumbuh tidak terlalu tinggi sehingga bisa dipetik langsung tanpa memanjat pohonnya terlebih dahulu. Selain itu mangga ini memiliki beberapa keunggulan lainnya, diantaranya yaitu :
1. Daging buah lebih tebal
2.Tekstur daging buahnya lebih padat
3. Jumlah seratnya lebih sedikit
4. Kadar pati lebih tinggi
5. Kadar air rendah

Keunikan lain dari Mangga Alpukat ini yaitu tidak bisa ditanam disembarang daerah. Jika mangga ini ditanam di daerah lain maka ketika berbuah rasa buahnya akan berbeda. Mangga ini hanya cocok ditanam di tanah yang berjenis tanah hitam atau berlempung dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi ataupun tidak terlalu tinggi. Bahkan di daerah Pasuruan pun tidak semua cocok jika ditanam Mangga alpukat, hanya khusus di daerah Rembang saja yang cocok untuk pertumbuhannya.

Walaupun sudah mulai banyak dibudidayakan di daerah Rembang dan harganya relatif masih terjangkau yaitu di tingkat petani Rp. 35.000/Kg dan di pasar atau toko Rp. 60.000/Kg namun Mangga ini masih terhitung langka untuk ditemui dipasaran karena sudah banyak yang pesan. Pemasarannya pun sudah ke luar pulau jawa bahkan ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. 

Sumber : takaitu.com