Pengenalan Agroekosistem ~ CANGKULAN.COM
SELAMAT DATANG DI CANGKULAN.COM === TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN TERKINI ==> TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN SEMOGA BERMANFAAT
CANGKULAN.COM === TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN TERKINI

Tuesday, June 12, 2018

Pengenalan Agroekosistem

Semakin pesatnya pembangunan pertanian menyebabkan tarik menarik kepentingan antara kepentingan ekonomi dan ekologi yang biasanya kepentingan ekologi atau lingkunganlah yang selalu kalah. Hal ini dikarenakan sifat manusia sendiri yang serakah dan kepentingan ekologi yang tidak bisa dihitung dengan pasti dan tak terukur sehingga banyak yang memandang kepentingan ekologi ini tidak layak untuk dipertanyakan dan dipermasalahkan padahal dalam kegiatan pertanian pasti akan selalu berhubungan dengan lingkungan sekitarnya.

Hubungan kegiatan pertanian dengan lingkungan sekitarnya inilah yang sering disebut dengan ekosistem pertanian atau agroekosistem. Agroekosistem akan selalu berhubungan dengan 2 faktor yaitu biotik dan abiotik yang saling berinteraksi satu sama lain, kemudian diolah sedemikian rupa oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor biotik ini meliputi tumbuhan, hewan dan manusia sedangkan faktor abiotik terdiri dari tanah, suhu, udara, air, cahaya matahari dan lainnya. 


Dalam agroekosistem sudah ada campur tangan manusia yang merubah keseimbangan alam atau ekosistem untuk dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kita harus mempelajari agroekosistem ini supaya bisa menanggulangi kerusakan lingkungan akibat penerapan sistem pertanian yang tidak tepat dan pemecahan masalah pertanian dikarenakan penggunaan masukan teknologi terutama akibat pemakaian pupuk dan pestisida.

Agroekosistem terdiri dari kata agro dan ekosistem. Agro dapat diartikan sebagai kegiatan produksi/industri biologis yang dikelola manusia dengan objek tanaman dan ternak. Ekosistem yaitu hubungan saling mempengaruhi (timbal balik) antara mahluk hidup dan lingkungannya yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik.

Jadi agroekosistem bisa diartikan sebagai suatu kesatuan lingkungan pertanian yang tersusun dari komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi serta manusia dengan sistem sosialnya yang tidak dapat dipisahkan dengan komponen-komponen tersebut. Secara sederhananya agroekosistem merupakan hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya. 

Pada agroekosistem kita dianjurkan untuk melakukan PHT (Pengendalian Hama Terpadu), yaitu suatu konsep atau cara berpikir mengenai pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dengan pendekatan ekologi sehingga sifatnya mengendalikan bukan memberantas atau membasmi secara keseluruhan. Hal ini dilakukakan untuk tetap menjaga kelestarian atau keseimbangan alam sehingga dalam pelaksanaanya kita akan mengenal yang namanya analisis agroekosistem. 

Analisis agroekosistem merupakan pengolahan data yang diperoleh dari kegiatan pemantauan agroekosistem guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai agroekosistem. Manfaat dari analisis agroekosistem ini untuk memperoleh dasar pengambilan keputusan mengenai keadaan OPT pada masa yang akan datang dan pengambilan keputusan pengendalian apa yang akan dilakukan.

Beberapa tahapan dan hal yang perlu diperhatikan dalam analisis agroekosistem diantaranya :
  • Melakukan pengambilan contoh secara rutin (pemantauan) untuk mengetahui perkembangan OPT dan musuh alaminya.
  • Menetapkan status OPT
  • Menetapkan faktor yang berpengaruh terhadap mortalitas OPT
  • Membuat keputusan pengendalian
  • Melakukan pengendalian
Tindakan pengendalian yang dilakukan jika jumlah OPT yang ditemukan dilapangan sudah melewati batas toleransi. Batas toleransi ini biasanya disebut sebagai ambang ekonomi atau ambang pengendalian. Ambang pengendalian yaitu jumlah populasi/intensitas serangan/tingkat kerusakan  tanaman sehingga perlu dilakukan pengendalian agar tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi. Berikut ini contoh dari nilai ambang batas pengendalian hama pada tanaman hortikultura :

Sumber : 
Modul VegImpact, Balitsa
Panduan Praktis Budidaya, Penebar Swadaya